Gandeng Komunitas KLG dan ALS, YBPN Peringati Hari Pendidikan Nasional di SDN Sawohan II dan SMPN Satu Atap Dusun Kepetingan

SIDOARJO – Proses pendidikan adalah upaya pemanusiaan manusia secara manusiawi secara utuh dan penuh yang tujuannya ke arah kemerdekaan lahiriah maupun batiniah. Dampak dari proses pendidikan yang baik ini adalah mencerdaskan kognisi seseorang sehingga orang tersebut dapat terbebaskan dari belenggu “kebodohan.” Kutipan kalimat diatas merupakan buah pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai untuk dunia pendidikan Indonesia yang masih digunakan hingga sekarang. Setiap tanggal 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, dimana tanggal tersebut diambil dari hari kelahiran Ki Hajar Dewantara.

Kegiatan Peringatan Hari Pendidikan Nasional bersama Komunitas Kampung Lali Gadget dan Aliansi Literasi Surabaya di SDN Sawohan II dan SMPN Satu Atap Dusun Kepetingan, Sawohan, Sidoarjo

Berkaitan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Yayasan Bimasakti Peduli Negeri meresponnya dengan menggelar kegiatan bertema “Pendidikan Untuk Semua Anak”. Alasannya, berkaca dari buah pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan merupakan hak bagi setiap anak bangsa dengan tujuan mencerdaskan kognisi seseorang agar terbebas dari belenggu kebodohan.

Pada kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini, Yayasan Bimasakti Peduli Negeri akan menggelar berbagai kegiatan di SDN Sawohan II dan SMP Negeri Satu Atap yang terletak di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Buduran, Sidoarjo. Dengan tajuk “Pendidikan Untuk Semua Anak”, dimana isu pemerataan akses dan proses pendidikan bagi masyarakat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, pedesaan termasuk beberapa daerah yang secara letak geografis susah dijangkau. Termasuk salah satunya dua sekolah yang ada di dusun Kepetingan ini yang terletak di pesisir Sidoarjo.

Kegiatan Peringatan Hari Pendidikan Nasional bersama Komunitas Kampung Lali Gadget dan Aliansi Literasi Surabaya di SDN Sawohan II dan SMPN Satu Atap Dusun Kepetingan, Sawohan, Sidoarjo

Berkolaborasi dengan komunitas Kampung Lali Gadget dan Aliansi Literasi Surabaya, Yayasan Bimasakti Peduli Negeri mengusung dua agenda kegiatan yakni Workshop pengenalan permainan tradisional bersama KLG (Kampung Lali Gadget) untuk siswa SDN Sawohan II dan Workshop pengenalan literasi digital bersama ALS (Aliansi Literasi Surabaya) untuk siswa SMPN Satu Atap. Melalui permainan tradisional, KLG ingin menanamkan pembentukan karakter kepada anak-anak, mengajarkan kepada mereka bagaimana memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar untuk dimanfaatkan sebagai media permainan tradisional.

Sementara pada kegiatan workshop pengenalan literasi digital, susahnya akses internet di desa, kurangnya pengenalan literasi dan minimnya fasilitas teknologi informasi menjadikan tujuan dari kegiatan workshop pengenalan literasi digital adalah mengajarkan kepada mereka operasional laptop melalui microsoft office, paint dan kepenulisan sederhana. Tidak hanya dua kegiatan ini, dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini, Yayasan Bimasakti mendonasikan beberapa alat penunjang pendidikan kepada sekolah.

Seperti membuat pojok baca yang sebelumnya sudah dibuatkan kegiatan donasi buku untuk sekolah bekerjasama dengan ALS. Pojok Baca Bimasakti diharapkan bisa menambah koleksi perbendaharaan buku-buku bacaan di sekolah dan bermanfaatkan bagi mereka. Ditambah satu set permainan tradisional untuk dijadikan pojok dolanan dan dimainkan secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, Yayasan Bimasakti Peduli Negeri juga mendonasikan satu set alat peraga pendidikan yang terdiri dari poster informatif tentang ilmu pengetahuan alam, anatomi manusia hingga map atau atlas Jawa Timur, Indonesia hingga dunia.

Kegiatan Peringatan Hari Pendidikan Nasional bersama Komunitas Kampung Lali Gadget dan Aliansi Literasi Surabaya di SDN Sawohan II dan SMPN Satu Atap Dusun Kepetingan, Sawohan, Sidoarjo

Pada kegiatan workshop pengenalan literasi digital bersama ALS, Yayasan Bimasakti Peduli Negeri juga akan mendonasikan sebanyak 5 buah unit laptop, alat peraga pendidikan dan satu set LCD proyektor yang bisa digunakan sebagai alat penunjang kegiatan pendidikan di SMPN Satu Atap. Melalui kegiatan ini, Anggriyan Permana, penanggung jawab kegiatan dari yayasan Bimasakti Peduli Negeri berharap bahwa kegiatan ini tidak sekali jalan selesai, melainkan menjadi awal program kegiatan berkelanjutan bagi sekolah dan warga dusun Kepetingan. .

Sebagai salah satu langkah awal berkolaborasi dengan warga desa, yayasan Bimasakti Peduli Negeri mendonasikan pojok baca yang akan diletakkan di area Balai Dusun Kepetingan. Beragam bukupun akan terpajang mulai dari buku bacaan umum, buku cerita anak-anak, komik, novel remaja, majalah hingga buku ilmu pengetahuan umum. Harapannya, setiap orang di desa bisa memanfaatkan sudut baca dengan baik sebagai sumber wawasan alternatif bagi warga desa.

 

Back to top