Direktur Bisnis PT Artajasa Pembayaran Elektronis, Heru Perwito, mengunjungi kantor PT Bimasakti Multi Sinergi. Ia diterima langsung oleh Direktur PT Bimasakti Multi Sinergi, Akh Mirza Alief Syahrial. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen kedua perusahaan dalam melanjutkan kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih dari 15 tahun.
Bukan pertemuan yang bersifat formalitas. Di tengah industri transaksi digital Indonesia yang tengah tumbuh agresif, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital menembus 14,82 miliar transaksi pada kuartal pertama 2026, naik 37,69 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertemuan dua pelaku utama dalam ekosistem transaksi digital Indonesia ini memiliki bobot strategis yang signifikan.
Selama 15 tahun, Artajasa dan Bimasakti berkontribusi dalam mendukung layanan transaksi digital nasional. Artajasa dikenal luas sebagai operator jaringan ATM Bersama dan interkoneksi sistem pembayaran perbankan. Sementara itu, Bimasakti mengelola ekosistem 11 produk e-payment yang melayani segmen consumer, merchant, serta ekosistem transaksi digital nasional.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tiga agenda utama: evaluasi dan peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta kesiapan bersama menghadapi dinamika teknologi transaksi yang terus bergerak. Kedua perusahaan juga menyepakati pentingnya menjaga kualitas layanan melalui penguatan koordinasi operasional dan peningkatan kapabilitas teknologi secara berkelanjutan.
Bagi Bimasakti, kemitraan 15 tahun dengan Artajasa bukan sekadar angka. Kemitraan dengan Artajasa selama lebih dari 15 tahun menunjukkan bahwa hubungan bisnis yang kuat dibangun melalui kepercayaan, konsistensi layanan, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan industri pembayaran digital. Kami percaya kolaborasi ini akan terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem.
Melalui kemitraan yang telah teruji selama satu setengah dekade, Artajasa dan Bimasakti berkomitmen untuk terus memperkuat interoperabilitas layanan pembayaran, meningkatkan kualitas operasional, serta menghadirkan inovasi yang mendukung pertumbuhan ekosistem transaksi digital Indonesia secara berkelanjutan.
